Inspirasi #02
Maksum berasal dari Bahasa Arab diambil dari kata “ashoma atau ashama” dari akar kata “Ish- mah” artinya terpelihara yang dilekatkan menjadi salah sifat darii para Nabi dan Rasul Allah SWT. Kata maksum diulang sebanyak 13 kali dalam Al Qur;an. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maksum diartikan “terbagi, terpisah, tercerai, dan lepas, sedangkan secara istilah berarti bebas dari dosa. Nabi dan Rasul adalah sosok manusia yang tentunya melekat juga sifat-sifat manusia umumnya. Namun Allah SWT “melindungi, menjaga, memelihara” para KekasihNya, untuk menjaga kemuliaan dan martabat mereka di mata umat manusia, dan menjadikannya contoh dan teladan yang baik dalam hidup dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Oleh karena para Nabi dan Rasul pembawa risalah Allah SWT, maka kesalahan yang dilakukan dapat menggugurkan risalah yang disampaikan. Beberapa sifat maksum atau pemeliharaan kepada para Nabi dan RasulNya ditunjukkan pada beberapa peristiwa yang dialami para Nabi dan RasulNya.
Pemeliharaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW antara lain diperintahkannya Nabi untuk tidak mengikuti perilaku dan perbuatan para orang-orang sekitarnya yang masih jahiliah. Firman Allah SWT: Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanah sholat, tunaikan zakat, serta taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya (QS Al-Ahzab:33).