Inspirasi#07
Bacakut dari Bahasa Banjar secara umum bisa diartikan suka berseterum bertengkar atau saling mengatakan kejelekan, kekurangan, atau kesalahan sehingga berujung pada permusuhan atau hubungan sesama yang tidak harmonis. Suka Bacakut menjadi ciri yang sering disebut-sebut oleh orang tua kepada anak-anak sebagai pepadah atau nasehat agar dihindari. Muchtar Lubis, seorang budayawan, satrawan, dan juga wartawan kawakan dalam sebuah bukunya yang berjudul Manusia Indonesia (1990) mengemukakan bahwa ada enam sifat manusia Indonesia yang menonjol “tidak sehat atau tidak membangun” antara lain adalah watak yang lemah. Suka bacakut dalam hal inni masuk dalam kategori watak yang lemah. Watak yang lemah ini sering oleh para kaula muda kini disebut sebagai “toksik”. Toksik artinya dia tidak hanya berdampak kepada target yang dituju, tetapi berimbas pada oang-orang di sekitarnya bahkan kepada orang-orang diluar yang sama sekali tidak ada hubungannya.
%20sering%20diilustrasikan%20sebagai%20manusia%20yang%20sudah%20tua....jpeg)



%20membuka%20pengetahuan%20kita%20tidak%20hanya%20terbatas%20bumi%20t....jpeg)


