Para Nabi dan Rasul serta para Aulia dapat melihat atau diperlihatkan tampangnya Iblis, atas kehendakNya. Dalam “Hikayat Sufi” karya Syaikh Abu Al-Yusr ‘Abidin (2001), Wahab bin Munabbih bercerita: Allah memerintahkan kepada Iblis mendatangi Nabi Muhammad dan menjawab segala yang ditanyakan.
Iblis datang menyerupakan diri sebagai manusia dengan tampang orang tua bettongkat di tangannya untuk membantu berjalan. Dalam pertemuan tersebut Nabi SAW bertanya: Siapa engkau?. Iblis menjawab: Aku iblis Nabi lanjut bertanya: Untuk apa kamu datang?. Aku diminta Allah untuk datang dan menjawab pertanyaanmu. Nabipun lanjut bertanya: Berapa musuhmu dari kalangan umatku?. Iblis menjawab: Ada 15 kelompok. yaitu Engkau (Nabi), imam (pemimpin) yang adil, orang kaya yang tawadhu, padagang yang jujur, orang pandai yang khusu, orang mukmin yang menasehati, yang penuh kasih, yang mantap dalam bertobat, yang wara atas yang haram, yang selalu bersuci, yang banyak sedekah, yang berakhlak baik sesama manusia, yang bermanfaat, yang dekat dengan Al Qur’an, dan yang shalat malam saat orang lain tidur.
Nabi terus bertanya: Berapa teman-temanmu dari umatku? Iblis menjawab: Ada 10 kelompok, yaitu pengusa zhalim, orang kaya takabur, pedagang yang khianat, peminum khamar (minuman keras), yang suka mengadu domba, yang riya, pemakan riba, pemakan harta anak yatim, yang enggan berzakat, dan orang yang panjang angan-angannya.
Konon anak kecil yang belum berdosa dapat melihat iblis dalam bentuk aslinya, khususnya tatkala masuk atau ada di WC (toilet). Oleh karnea itu kita dianjurkan untuk memberikan penerangan pada WC karena Iblis suka tempat yang gelap dan hendaknya WC juga bersih, karena iblis suka tempat yang kotor dan bau. Hewan seperti kucing, anjing atau ayam dapat melihat tampang Iblis sehingga kadang-kadang hewan tersebut memberikan tanda dengan suara yang berbeda seperti biasanya, tampak ketakutan karena tampang iblis sangat buruk, tidak menyenangkan, bahkan mengerikan.
Iblis (bentuk dari setan) sering diilustrasikan sebagai manusia yang sudah tua. Menurut Quraish Shihab (2010) dalam Taurat, Injil, dan Al Qur’an, iblis (setan) sering disebut menampakkan diri dengan tampang sebagai ular. ular berkepala dua, berkaki dan bersayap banyak, dengan lidah menyemburkan api. Setan juga digambarkan sebagai ular yang buruk rupa, berkepala manusia bermata satu (tetapi tidak bulat), bertanduk dua kiri dan kanan, dan bertelinga dua kiri kanan. Pada abad pertengahan setan oleh penganut Nasrani digambarkan sebagai manusia berkulit hitam, berjanggut lebat, beralis tinggi, bermulut menyemburkan api, bertanduk, berkaki sepertikaki binatang, dan berekor (Dikutib dari Da’irat al Ma’arif al Haditsah).
As-Sa’dy asy- Syairazi, seorang sufi besar Persia (Iran) yang hidup abad ke 11, dalam mimpinya melihat iblis dalam bentuk tampang yang tinggi ramping seperti dahan pohon dengan dua mata bagaikan bidadari, dihiasi dengan cahaya kenikmatan (surgawi). Sa’dy sangat heran, iblis dikenal jahat, tetapi berpenampilan indah dan simpatik. Maka dia bertanya kepada setan. Setan menjawab dengan angkuh: Jangan percaya yang ditampakkan kepadamu adalah aku (iblis). Penulis buku “Hikayat Sufi” di atas berkomentar bahwa mungkin dia menggambarkan iblis sebelum terkutuk, yang pada masa itu disebutkan sebagai “Burung Meraknya Malaikat”, sangat indah, tetapi angkuh dan sombong.
Hal yang perlu diingat setan (sifat iblis) dapat berada dalam berbagai tampang atau bentuk. Secara umum sulit untuk didiskripsikan oleh karena iblis mempunyai dimensi dan kehidupan sendiri antara lain : (1) ketersembunyian, tidak bisa kita lihat, kecuali para Nabi dan Aulia yang diberi kemampuan melihat; (2) Masuk kedalam diri manusia, dapat masuk dalam hati dan aliran darah; (3) menampilkan diri dalam berbagai bentuk seperti orang tua, ular, dan lainnya: (4) sangat lihai dalam menggoda manusia; (5) sangat gigih dan sabar dalam menjerumuskan; dan (6) berkolusi, dapat memanfaatkan manusia sebagai mitra, teman, atau pelayan iblis.
Iblis diilustrasikan tidak hanya mempunyai banyak bentuk (tampang), tetapi juga diilustraikan mempunyai anak dan cucu, seperti manusia (menurut beberapa hadits). Iblis mempunyai 5 orang anak yang bertugas masing-masing. Anak pertama bernama Tsabar bertugas menyertai orang yang kena mjusibah agar berteriak, meronta, memukul diri, dan menolak menerima ketetapan Tuhan bahkan mempersalahkan Allah. Kedua bernama Al A’war bertugas menjerumuskan orang kepada kedurhakaan seksual. Ketiga bernama Miswath bertugas menyebar luaskan kebohongan dan isu-isu negatif, Keempat bernama Dasim bertugas memecah belah, dan ketidak sepahaman, khususnya suami istri. Kelima bernama Zlambur bertugas mendorong penipuan, kebohongan, dan kejahatan ekonomi.
Setan takut kepada manusia yang berwibawa, tegas, jujur, dan amanah serta alim seperti Umar bin Khatab AS. Dari Siti Aisyah RA, bahwa Nabi Muhammad bersabda: Aku melihat setan, jin, dan manusia telah lari menjauhi Umar. Pada hadits yang lain Nabi SAW bersabda: Hey (Umar) putra Ibnu Khatab , demi Allah yang jiwaku ada dalam genggamanNya, setan tidak menemuimu menempuh satu jalan, kecuali ia menempuh jalan selain jalanmu (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i). Iblis tercipta dari api. Api menghasilkan energi panas sebagai kalori, tidak bisa dilihat, tetapi dapat dirasakan. Manusia yang dirasuki iblis menerima energi panas sehingga mudah menjadi marah. Salah satu terapi panas adalah air. Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian, marah, hendaknya dia berwudhu (HR Abu Daud dan Ahmad). Firman Allah SWT: Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu orang yang beriman (QS Al Imran:175). Iblis menakutkan, tetapi lebih menakutkan manusia yang dirasuki Iblis. Walahu’alam bis shawab
Banjarbaru, 28 Mei 2025
Muhammad Noor
%20sering%20diilustrasikan%20sebagai%20manusia%20yang%20sudah%20tua....jpeg)
No comments:
Post a Comment