Serba-Serbi #11
Setan dan iblis dalam khasanah ilmu pengetahuan agama baik Islam, Kristen, maupun Yahudi Barat diakui sebagai makhluk asral, tidak kasat mata, atau gaib dan bersifat jahat. Namun sebagian orang Barat tidak percaya, seperti halnya agama bahkan Tuhan dianggap tidak ada, karena sulit atau tidak dapat dibuktikan secara nalar (akal). Orang yang masih percaya Tuhan, tetapi tidak beragama disebut _agnostik_. Orang yang tidak percaya Tuhan sama sekali disebut _atheis_. Namun ada orang yang beragama dan percaya Tuhan, tetapi tidak melaksanakan ajaran-ajaran agamanya, disebut agama KTP. Kalau dia Islam, maka disebut Islam KTP, kalau dia Kristen disebut Kristen KTP. Clifford Geertz, seorang antropolog Amerika pada tahun 1970an melakukan penelitian tentang Agama (Islam) di Jawa. Geert mempunyai sebutan bagi orang yang beragama Islam, tetapi tidak serius dalam melaksanakan ketaatannya sebagai “Islam Abangan”. Nomenkelatur baru, Islam Abangan yang ternyata jumlahnya cukup besar.
Kembali ke masalah setan. Namanya Iblis, setan adalah profesi, yaitu menggoda dan menjerumuskan manusia, kata Prof. Quraish Syihab. Dalam sebuah kesempatan, di atas sebuah bukit iblis menemui *Nabi Isa Al-Masih AS*. Iblis ingin menjerumuskan Nabi Isa, lantas bertanya: _Wahai Isa, apakah engkau percaya bahwa yang menghidupkan dan mematikan itu adalah Allah_. Nabi Isa AS menjawab: _Tentu saja saya percaya_. Iblis lanjut bertanya: _Apakah hidupmu juga ditentukan Allah ?. Nabi Isa AS menjawab: _Tentu saja_. Lantas Iblis berkata: _Aku ragu ?, Andai engkau terjun ke bawah dari bukit ini, apakah engkau masih hidup atau mati ?. Aku ingin bukti, kalau Allah masih memberikanmu hidup, tentu engkau akan selamat, tetap hidup._ iblis menguji kekuatan iman dan akal Nabi Isa AS. Namun Nabi Isa, bukanlah manusia sembarangan, tentu mendapatkan perlindungan sebagaimana para KekasihNya. Nabi Isa menunjukkan rasa tidak senangnya kepada Iblis sembari berkata: _Hai, Iblis bukan tugasku atau tugasmu sebagai HambaNya untuk menguji Sang Khalik_. Iblispun lari karena terkalahkan logika dan iman dari Nabi Isa AS. Kekalahan setan juga diceritakan ketika berhadapan dengan seorang ulama sufi *Syekh Abdul Qadir Al-Jailani*. Kisah ini masyhur di kalangan para ulama sufi.
Ketika Syekh bermunajat kepada Allah SWT tiba-tiba sekelilingnya memancar sebuah cahaya yang menyilaukan dari sebuah sudut. Kemudian terdengarlah suara memanggil Namanya: _Hai Abdul Qadir, akulah TuhanMu, aku datang kepadamu untuk menyatakan bahwa kini aku telah menghalalkan segala yang Aku haramkan_. Mendengar itu Syekh membentak berteriak: _Ikhsa’ Yaa Lien”, Keparat kau setan, enyah kau dari mukaku_. Seketika itu padamlah cahaya tersebut yang ternyata iblis. Ketika ditanya kenapa Syekh tahu bahwa suara tersebut setan. Syekh menjawab: Ucapannya sendiri bahwa aku (atas nama Tuhan) menghalalkan segala yang tadinya diharamkan. Kata-kata ini terang ucapan setan, karena menjerumuskan. Walaupun setan gagal dengan Syekh Abdul Qadir, tetapi setan mengakui telah berhasil menyesatkan 70 orang ahli tarekat (tasawuf) dengan cara tersebut. Entah, mungkin jutaan ummat manusia yang berhasil termakan gombal, rayuannya iblis setelahnya. Subhanallah.
Jerat-jerat setan dan godaan iblis selalu datang, tidak kenal waktu dan tanpa jeda kepada siapa saja. Menurut *Ibnul Qayyim* dalam bukunya Membersihkan Hati dari Gangguan Setan (2002), pembahasan tentang jerat dan perangkap setan sangat menarik. Kaum sufi ”mutakhirin” yang hidup pada abad ke 11 Masehi, menaruh perhatian besar terhadap topik masalah ini melebihi dari topik lainnya seperti jiwa, hati, dan penyakitnya. Peringatan Allah SWT (dalam Al-Quran) sendiri menurut Ibnul Qayyim terhadap goda-godaan setan lebih banyak dikemukakan daripada tentang jiwa atau hati. Nabi SAW mengajarkan kepada Abu Bakar AS sebuah doa untuk berlindung kepada setan dari Abu Hurairah RA dikatakan: _Katakanlah, Ya Allah, yang mengetahui yang gaib dan nyata, pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan pemilikNya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan nafsuku dan kejahatan setan serta jeratannya. Dan, aku berlindung kepadaMu dari tindakan buruk atas nafsuku atau mendorongnya kepada orang muslim_ (HR Ahmad, Abu Dawud, at Tirmizi, Ibnu Hiban, dan al- Hakim). Dianjurkan doa tersebut diatas dipanjatkan di waktu pagi, sore, dan ketika berbaring.
Jerat setan ada dimana-mana dan kapan saja. Setiap jalan yang dilintasi manusia setan siap selalu menghadang dengan jeratannya. Jika seorang menapaki jalan ketaatan kepada Allah SWT, setan tidak akan tinggal diam. Setan akan berupaya merintangi atau menghambat agar terlambat. Misalnya sesorang yang mau berjamaah ke Masjid, tiba-tiba saja timbul pikiran menundanya, tiba-tiba mau ke toilet, tiba-tiba mengantuk, badan merasa lelah, timbul malas dan sebagainya. Begitu juga mau bersedekah atau infaq, setan membayang-bayangi tentang kemiskinan. Setan berbisik untuk merintangi atau menundanya. Jika seseorang menapaki jalan maksiat, setan juga tidak tinggal diam. Setan ikut mengais, menjadi pelayan, penolong, juga pembelanya sehingga andai diminta untuk terjun ke jurangpun setan turut serta, kata Ibnul Qoyyim, yang ilmiawan dan sufi, tinggal di Damaskus (Irak) hidup antara tahun 1292-1350 M. Sampai-sampai seorang Rahib Bani Israel, seorang ahli ibadah terjerumus akibat jeratan setan yang akhirnya menjadi penzinah dan pembunuh (Baca: Serba Serbi #09).
Jeratan setan akan subur pada jiwa-jiwa yang kotor dan rendah, hati-hati yang sakit, dan hati-hati yang lemah dan terbuai angan-angan kosong dan janji-janji palsu setan, dibuatnya bersenang-senang sebagaimana senangnya para isteri yang dimanja oleh suaminya, atau anak-anak yang disayang oleh ke dua orang tuanya, kata Ibnu Qayyim. Bentuk-bentuk jerat-jerat setan menurut Ibnu Qoyyim meliputi:
(1) memanipulasi kejahatan seolah-olah perbuatan baik;
(2) menakut-nakuti kaum muslim seperti kemiskinan, kehilangan kehormatan, gengsi, harga diri;
(3) memperlemah nyali manusia seperti ketakutan yang diada-ada ;
(4) menjerat dengan membolak-balikan hukum;
(5) memanupulasi akhlak mulia;
(7) memperalat nafsu dunia; dan
(8) memalingkan kaum muslimin dari syariat. Allah SWT berfirman: _Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, Padahal setan itu tidak menjanjikan sebenarnya kepada mereka selain tipuan belaka_ (QS An Nisa 120). Selain PHP (pemberi harapan palsu), setan juga paling ulung menakut-nakuti manusia. Firman Allah SWT: _Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir, pelit), sedang Allah menjanjikan ampunan dan karuniaNya kepadamu. Dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui_(QS. Al-Baqarah: 268). Waalahu alam bis shawab.
Banjarbaru, 12 Mei 2025
Muhammad Noor
No comments:
Post a Comment