_Serba Serbi #13_
Dalam pergaulan sehari-hari, apabila kita bertemu dengan seorang manula (manusia umur lanjut), sering terlontar pertanyaan: Berapa yaa umur Bapak?. Kemudian dilanjutan: Kok masih muda yaa? Apa sih amalannya?. Dilain waktu, kerap kita dibikin kaget, ketika mendengar berita teman atau tetangga yang masih muda wafat. Kata orang umur tidak berbau, tidak beraroma, tidak dapat diduga oleh seorangpun. Dialog fenomental dan menarik, ketika Nabi Muhammad SAW wafat. Umar RA, berteriak-teriak keras, sambil berdiri berkata: _Ada orang-orang munafik, yang menganggap Rasulullah sudah wafat, sebenarnya Rasulullah tidak wafat_. Seolah-olah tidak terima kalau Nabi begitu cepat dipanggil Allah SWT. Ketika Umar terus berkata-kata. Abubakar RA berkata: _Tenanglah Umar, diamlah_. Umar menolak terus meracau. Kemudian Abubakar berkata: _Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh engkau murtad? Barang siapa yang murtad, maka ia tidak mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur_. Sahabat Nabi Abu Hurairah, seketika setelah mendengar ayat tersebut di atas pingsan, para sahabat terdiam dan haru (Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam).
Masalah umur lebih menarik apabila kita mengamati keadaan para penghuni planet bumi yang kita tempati ini. Berdasarkan _Carbon Dating_ (umur karbon), usia bumi diperkirakan sudah 4,543 miliar tahun. Kehidupan pertama di bumi dalam bentuk mikroba sederhana, hidup di laut, diciptakan sekisar 3,5-3,7 miliar tahun lalu. Jenis bakteria yang mempunyai pigmen biru atau hijau (Cyanobakteri) berada di bumi dan berevoluasi sekitar 2,4 miliar tahun lalu. Spons hewan paling awal muncul pada 700 juta tahun lalu. Disusul hewan Ediacaran, hidup sekitar 541 juta tahun lalu, kemudian menghilang diikuti muculnya jenis hewan pada akhir era Kambrium. Berdasarkan umur fosil yang ditemukan hewan muncul sekitar 541-481 juta tahun lalu (dikutib dari Sejarah Alam, 14 Maret 2025). Dinosaurus hidup diduga antara 66 juta sampai 245 juta tahun lalu. Kemudian punah diduga akibat perubahan iklim, gempa vulkanis, jatuhnya ateroid besar (bintang besar), Data di atas menunjukkan bahwa umur bumi sudah sangat renta. Kitab Kejadian (Taurat) menyebutkan hewan diciptakan hari ke enam setelah penciptaan langit, matahari, dan bulan. Bumi lebih dulu terhampar disusul langit dibentangkan. Kitab Suci Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW menjelaskan bahwa _Allah menciptakan bumi dalam enam masa (hari) dan menjadikan bumi sebagai tempat tinggal manusia dan makhluk lainnya_ (QS. Al Baqarah: 29; QS Hud:7). Berarti manusia hadir, setelah bumi dihamparkan dan langit dibentangkan serta hewan dan tumbuhan diciptakan kemudian dari milyaran tahun. Manusia pertama hidup di muka bumi dinyatakan Adam AS sekitar 300.000 tahun lalu. Namun pendapat baru menunjukkan keberadaan Adam di bumi diduga sekitar 7.600 tahun lalu dan Adam bukan satu-satunya manusia, sebelum Adam sudah ada jenis manusia lain. Hal ini didasarkan data historis para Nabi. Apabila Nabi Muhammad lahir pada tahun 571 M, maka jarak dari Nabi Muhammad ke Nabi Isa berarti 571 tahun, Jarak Nabi Isa ke Nabi Musa 1000 tahun. Nabi Musa ke Ibrahim 545 tahun, Nabi Ibrahim ke Thufan 1.080 tahun, dari Thufan ke Adam 2.241 tahun. Jadi jarak Nabi Muhammad ke Nabi Adam sekitar 6.155 tahun, Jarak dari Nabi Muhammad ke Kita yang berada pada tahun 2025 berarti 1.452. Angka 1.425 diperoleh dari angka tahun sekarang 2.025 dikurangi 571 tahun kelahiran Nabi Muhammad. Adanya jenis manusia lain, sebelum Adam berdasar Al-Qur’an yang mengatakan bahwa malaikat bertanya (kepada Allah SWT): _Apakah Engkau menciptakan orang yang nantinya membuat kerusakan di muka bumi_, seperti ungkap Almarhum KH. Buya Syakur. Allah SWT menjawab: _Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui_ (QS Al-Baqarah: 30).
Sejarah manusia menunjukkan paling lama yang pernah hidup di bumi adalah Nabi Adam dan pengikutnya berumur 930 tahun. Bentuk tubuh dan kekuatan manusia Adam bisa dibayangkan bila dibandingkan dengan kita tentu sangat jauh berbeda. Nabi Indris wafat pada umur 308 tahun. Nabi Nuh wafat pada umur 950 tahun, Nuh berdakwah selama 500 tahun dan setelah banjir besar nuh masih hidup 350 tahun. Nabi Ibrahim wafat pada umur 175 tahun. Nabi Ismail wafat pada umur 137 tahun. Nabi Musa wafat pada umur 120 tahun setelah mengembara selama 40 tahun di Jajirah Arab dan sekitarnya. Nabi Musa mempunyai perawakan kuat dan gagah dengan rambut dan bulu dada yang lebat. Nabi Daud wafat pada umur 70 tahun, setelah menjadi raja pada umur 30 tahun, Nabi Daud memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi. Tetapi dapat mengalahkan Talut yang berbadan lebih besar. Daud terkenal dengan suaranya yang merdu sehingga dapat menghentikan burung yang terbang dengan siulnya. Dikenal juga mampu melunakkan besi. Daud bermata biru, tetapi rambut tidak setebal Nabi Musa.
Setelah Nabi Musa, umur manusia semakin pendek dan bentuk raga semakin kecil. Nabi Sulaiman wafat diperkirakan pada umur 66 tahun. Nabi Isa Almasih diangkat ke langit pada saat berumur 33 tahun. Ada pendapat Nabi Isa Almasih akan wafat pada umur 40 tahun setelah turun diutus kembali ke bumi. Nabi Muhammad SAW wafat pada umur 63 tahun. Umur kehidupan manusia di muka bumi semakin sebentar. Menurut ustadz Muhammad Jalzuli, bahwa kehidupan dunia akan dilanjutkan di akhirat, berpindah alam atau dimensi dari kehidupan di alam nyata menjadi kehidupan di alam maya. Orang Jawa bilang hidup di dunia hanya untuk “numpang ngombi, numpang minum” dari sebuah perjalanan panjang. Bayangkan umur pada umat terdahulu yang ribuan atau ratusan tahun dengan sekarang. Kehidupan di dunia, apabila kita kaitan dengan kehidupan diakhirat, maka tampak bahwa kehidupan di bumi (dunia) hanyalah sebentar, layaknya hanya sebagai tempat persinggahan sementara. Salah satu anugerah yang telah dicabut oleh Allah SWT adalah anugerah waktu yang kita rasakan semakin pendeknya hari dari waktu ke waktu. seperti dikatakan *Al Habib Hafidz bin Abdullah Al Qadri*, pada tausyiah Minggu Subuh kemarin di Masjid Kita. Boleh jadi ini menjadi tanda-tanda semakin dekatnya kiamat. Rasulullah SAW bersabda: _Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan setahun seperti sebulan, sebulan seperti sejum’at, sejum’at seperti sehari , sehari seperti sejam, dan sejam terasa hanya sekejab_ (HR. Ahmad).
Dalam perspektif Islam, satu hari di alam akhirat sama dengan seribu tahun di bumi bagi orang beriman, tetapi 50 ribu tahun bagi orang kafir. Hal ini didasarkan pada hadits dari *Abu Hurairah RA*, Rasulullah SAW berkata: _Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 5 ribu tahun_ (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi). Allah SWT berfirman: _Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perhitungannya_ (QS. Al Hajj:47). Di ayat lain dikatakan: _Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari sama dengan 50.000 tahun_ (QS. Al Ma’arij:4). Jadi 1 jam di akhirat = 41 tahun 8 bulan di muka bumi, 1 menit di akhirat = 236 hari di muka bumi, dan 1 detik di akhirat = 3 hari 22 jam (dikutib dari Setiawan, dalam DetikHikmah 2 Mei 2024). Dengan demikian, maka kehidupan di akhirat akan lebih lama bahkan abadi, sementara kehidupan di dunia hanya sebentar. Nabi Muhammad SAW bersabda: _Perbandingan dunia dan akhirat seperti orang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut. Lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya_ (HR. Muslim dan Ibnu Majjjah). Waalahu alam bis shawab. Baraqallahu fii kum.
Banjarbaru, 14 Mei 2025; 07.00 Wita
Muhammad Noor
No comments:
Post a Comment