Pengelola Masjid

Friday, May 9, 2025

SETAN PEMBISIK ULUNG

 Serba-Serbi #9

Setan dan Iblis dua kata yang berbeda, tetapi pada hakekatnya sama. Setan merupakan sifat, sedang iblis adalah bentuk (makhluk). Kalau karakter manis ada pada gula. Karakter asin ada pada garam, maka karakter setan ada pada iblis. Gula tidak bisa dipisahkan dengan manis, demikian juga iblis tidak bisa dipisahkan dengan setan. Kalau iblis adalah nama, maka setan adalah gelar, kata Prof. Dr. KH Quraish Shibab. Setan dapat dalam bentuk makhluk halus atau jin (disebut iblis), tetapi dapat juga dalam bentuk manusia. Allah SWT berfirman: Katakanlah (Muhammad): “Aku berlindung dari kejahatan setan yang tersembunyi, yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada (hati) manusia, dari (golongan) jin dan manusia (QS. An Nas: 4-6).  

Boleh jadi “buzeer” zaman sekarang, termasuk pembisik karena berhasil mempengaruhi mental (hati) masyarakat pada kontestasi pilpres atau pilkada yang baru lalu, tetapi Iblis terkenal sebagai pembisik sejak dari Zaman Nabi Adam. Allah SWT berfirman: Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “ Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini. Dan sungguh, aku adalah penolongmu ”. Maka ketika kedua pasukan (pihak) itu saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah sangat keras siksaNya (QS Al-Anfal:48). 

Dalam Al Quran terdapat kata setan sebanyak 88 kali sama dengan kata malaikat dan kata iblis terdapat 11 kali sama dengan kata perlindungan. Berarti kuatnya bisikan (mengajak kejahatan) setan bersaing dengan kuatnya bisikan malaikat (mengajak kebaikan). Kemudian Allah SWT dengan kekuasaanNya telah menciptakan juga perlindungan bagi umat manusia untuk melawan atau mengatasi bisikan setan. Iblis, sebelum Adam AS diciptakan, merupakan malaikat yang dikenal taat dan patuh selama 400 ribu tahun. Namun karena sombong dan tidak taat pada perintah Allah SWT, dia diusir dari surga dan turun ke dunia bersama-sama Adam AS (QS. Al-Baqaroh: 34, 36; QS. Al-A’raf: 14, 18). Iblis, sebagai sosok dari setan, penggoda manusia telah bersumpah akan menjerumuskan manusia sekuat tenaga dengan berbagai cara, tidak mengenal waktu, dan tanpa putus asa (QS Al Hijr: 39; An-Nisa: 120; dan Al Isra: 53). Sungguh, tidak ada manusia yang luput dari godaan, baik dia orang biasa atau pejabat, miskin atau kaya, bodoh ataupun pinter, pegawai ataupun petani, pedagang ataupun konsumen, sampai ulama, ustadz, habib bahkan sekelas wali atau nabipun. Hanya saja para Nabi, Wali, dan Kekasih Allah lainnya, mendapatkan "pertahanan” yang kuat. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari) jenis manusia dan jin. Sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu (QS. Al An’am: 112).

KH. Quraish Syihab (2010), guru besar, penulis, cendekiawan, dan mantan Menteri Agama, dalam bukunya “Setan dalam Al Qur’an” mengatakan setan mempunyai kepiawaian dan kekuatan “power full” sebagai pembisik karena antara lain : (1) keberadaannya tersembunyi dan kadang-kala tanpa kita sadari kita sudah masuk perangkapnya; (2) setan merasuk masuk ke dalam diri manusia (hati); (3) kemampuannya dalam berubah bentuk, bisa menyerupai siapa saja; bisa menjadi wanita, laki-laki, orang tua, anak-anak dan sebagainya;  (4) sangat lihai atau ulung, mempunyai banyak cara dalam menggoda dan menjerumukan; (5) sangat gigih dan sabar; dan (6) berkolusi, bekerja sama dengan manusia (yang diperalatnya).  Kelihaian setan diceritakan Nabi Muhammad SAW , yang dinukil oleh Ubaid bin Rifa’ah (Nashih Nasrullah, Republika .co.id; 30 Januari 2023). Cerita ini masyhur dan terkenal di kalangan para ulama salaf.  

Alkisah, dalam sebuah kampung terdapat tiga orang lelaki bersaudara yang mempunyai seorang adik prempuan si mata wayang yang cantik. Ketiga lelaki tersebut berencana pergi berjihad di jalan Allah. Mereka tidak tahu kemana harus menitipkan adik prempuannya.   Setelah berunding, mereka sepakat menitipkannya kepada seorang Rahib yang dikenal ahli ibadah. Sang Rahibpun dengan maksud baik, bersedia menerima amanah tiga lelaki tersebut. Maka ditempatkanlah prempuan (kita sebut saja Gadis) tersebut di sebuah rumah yang dekat dengan tempat ibadah si Rahib. Setiap hari si Rahib mengantarkan makanan untuk si Gadis dengan memanggilnya dan meletakan makanan tersebut agak jauh. Setanpun mulai menebarkan tipu dayanya seolah-olah memberikan motivasi yang baik dan mulia kepada Sang Rahib. Setan membisikan rasa keberatan kepada Sang Rahib, jika si Gadis tersebut keluar di siang hari hanya untuk mengambil makanannya. Dihembuskanlah oleh iblis rasa was-was di hati Sang Rahib kalau ada orang yang mengetahui si Gadis tersebut keluar rumah hanya untuk mengambil makanan dari si Rahib, maka kedudukannya sebagai ahli ibadah akan turun.  Iblis membisikan alasan demi keamanan, biarlah si Gadis berdiam diri saja di kamarnya dan sang Rahiblah yang mengantarkan makanannya lebih dekat . di depan pintu kamarnya. 

Berjalan waktu, iblis menyusun siasat tipuannya, mula-mula dihembuskan sebuah ide dalam hati Sang Rahib yang terkesan cemerlang bahwa: “Seandainya sang Rahib mengantar makanan tersebut sampai ke dalam rumah, tidak hanya di depan pintu rumah si Gadis, niscaya dia mendapat pahala yang besar”. Akal bulus setan mulai merasuki Sang Rahib, maka ditiupkannya alasan lagi yang tampak logis oleh iblis kepada Sang Rahib dengan membisikkan: “Seandainya, kamu mau berbicara dan mengobrol dengan Gadis, maka dia pasti merasa senang dan terhibur, karena selama ini pasti kesepian. Setelah itu Iblis lanjut membisikkan:  “Andai saja kamu mau berdekatan dengannya, duduk berbincang-bincang, maka tentu si Gadis tidak keberatan dan lebih senang lagi”. Iblis melakukan serangan lanjut dengan bisikan: “Alangkah pantasnya, andainya kamu mau  ke rumah si Gadis dan berbincang di ruang rumahnya sehingga tidak seorangpun tahu, niscaya hal itu lebih baik”. Sang Rahibpun terus menerus mengikuti bsikan iblis dengan bayang-bayang keindahan palsu sampai akhirnya Sang Rahib melakukan yang dilarang, menzinahi si Gadis. Si Gadispun kemudian hamil dan melahirkan anaknya. Sang Rahib terjerumus lebih jauh dengan bisikan maut iblis, dalam suasana panik. Iblis mengusulkan jalan pintas kepada Sang Rahib untuk membunuh si anak dan si Gadis agar aib atas kelakuannya yang tidak senonoh tertutupi..

Di akhir cerita iblis datang pada saat Sang Rahib, yang sedang dieksekusi di tiang salib oleh ke tiga saudara lelaki si Gadis dan masyarakat kampungnya karena terbukti melakukan zinah dan pembuhuhan. Iblis berbisik dengan kata-kata mautnya: Wahai Rahib, aku adalah temanmu. Jika kamu menuruti aku, apabila kamu bersedia kufur kepada Allah SWT, niscaya aku akan menyelamatkanmu dari keadaanmu sekarang. Lantas Sang Rahibpun mengikuti bisikan Iblis untuk kufur dan seketika iblispun pergi meninggalkannya. Akhirnya Sang Rahib dibunuh di tiang salib sebagai pertanggujawaban atas dosa-dosanya. Di dunia mengalami kenistaan dan di akhirat mendapatkan ajab yang pedih, demikian yang diterima Sang Rahib. Subhanallah.  Auzubillahi minashaitan nirajeem. Kita berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Menurut para mufasir, dari kisah di atas  turunlah firman Allah yang berbunyi:    “ (Bujukan orang-orang munafiq itu adalah seperti (bujukan) setan.  Ketika dia berkata kepada manusia. Kafirlah kamu, maka tatkala manusia itu kafir, maka iapun berkata: Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah. Penguasa Semesta Alam. Maka akhir kesudahannya, keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikian balasan orang-orang yang zhalim (QS. Al Hasyr:16-17).  Allahuma yahdina sadada at tariq.  Yaa Allah berikanlah kami petunjuk jalan yang benar.

Banjarbaru, 09 Mei 2025

No comments:

Post a Comment

JALAN KE SURGA

Catatan Ramadhan 1447#4 Lirik syair gubahan Rabiatul Adawiyah seorang sufi yang masyhur, sering dilantunkan para santri sangat menyentuh hat...