Pengelola Masjid

Thursday, March 19, 2026

JALAN KE SURGA

Catatan Ramadhan 1447#4

Lirik syair gubahan Rabiatul Adawiyah seorang sufi yang masyhur, sering dilantunkan para santri sangat menyentuh hati. Mengajarkan kesetiaan kepada Allah SWT, yang tidak bergantung kepada imbalan. Rabiatul Adawiyah bersyair: “Bila aku menyembahMu karena takut akan Neraka, bakarlah aku dalam NerakaMu. Bila aku menyembahMu karena mengharap SurgaMu, tutuplah surgaMu” Konon, Rabiatul  membawa air dan bensin r ditengah jalan ditanya seseorang : Wahai bunda, mau kemana? Dijawab Rabiatul: Aku mau menyiram Neraka agar tidak ditakuti, dan membakar surga agar tidak dijadikan pengaharapan beribadah. _“Namun, jika aku menyembuhMu karena Engkau yang pantas. Jangan Engkau tahan kenikmatan wajibMu dariku, kata Adawiyah     

TAU-TAU, LEBARAN !

 Catatan Ramadhan 1447#6 

Seperti layaknya orang kesirep atau pingsan. Bangun-bangun, begitu sadar, kita linglung terus menanyakan: Dimana ini ? Kenapa ? Ada apa?.  Tau-tau adalah ungkapan sehari-hari atas waktu yang berlalu dengan cepat sehingga apa yang direncana semula tidak sempat terlaksana.  Dulu waktu kuliah, saking asyiknya sampai waktunya di wisuda, Setelah bertahun-tahun menjalani perkuliahan, praktikum, dan sebagainya. Tau-tau, harus wisuda. Tau-tau  keluar kampus !. Dulu waktu kerja saking sibuk dengan berbagai urusan dan jabatan sehingga lupa atau melupakan tetangga dan keluarga. Tetangga wafat nga sempat layat. Saudara dan sanak keluarga sedang melangsungkan perkawinan lewat, nga sempat hadir karena  tuntutan kerja,  Akhirnya, sampai waktunya: Tau-tau Pensiun !.  Begiru melihat kerutan kriput di wajah isteri atau suami baru sadar kalau diri sudah tua. Kaget ! Tau-tau sudah tua, sudah sepuh !  Kata ustadz demkian sifat dunia, fana, tidak ada yang abadi. 

INJURY TIME

Catatan Ramadhan 1447#5

Injury time  (dari bahasa Inggris) bisa diartikan tambahan waktu, waktu kritis, atau waktu batas akhir. Imsak mungkin masuk dalam isitilah injury time.  Dalam sepak bola injury time berada di menit-menit terakhir, yaitu  menit ke 45 atau 50, yang menjadi penentu pemenangan.   Tujuan pemberian tambahan waktu sebelum pluit ditiup wasit adalah untuk mengganti kehilangan waktu dalam pertandingan seperti ada yang sakit cidera sehingga perlu diangkut oleh tim Kesehatan, atau perayaan oleh penonon setelah gol sehingga lapangan dipenuhi penonton waktu pertandinga berkurang sehingga perlu tambahan waktu. 

Memasuki hari ke 25  Ramadhan ini

SHOLAT KHUSYU

Dalam kesempatan berbincang dengan Pak Sastro Wardoyo (seorang tukang Bangunan yang tidak asing lagi di komplek Banua Permai tentang sholat, khususnya tentang ke khusuan dalam sholat.  Beliau bilang kalau sudah bisa rasakan nikmatnya sholat. Ketika ditanya bagaimana nikmatnya Mas Astro jawab karena soal rasa jadi tidak bisa  bisa  diungkapkan dgn kata kata Pak. tapi nikmatnya sholat itu didapat bila kita lakukan dgn sholat yang khusu..

Dalam kepenasaran saya bertanya bagaimana cara sholat yang khusu. Untuk itu saya coba mengkompilasi (rangkum) beberapa Pendapat dari beberapa ustad  ternama seperti Das'ad Latif,  Buya Arazy Hasyim, ustad Adi Hidayat dan Gus Baha di YouTube. Yah berguru dari Ustad di YouTube.

Menurut Das'Ad Latif  untuk sholat yang khusu itu ada beberapa hal yang kita lakukan, pertama Sempurnakan  Wudhu. Dia tegaskan " sempurna kan bukan perbaiki, kedua pahami  bacaan dalam sholat minimal pahami kesimpulan nya ujar Ustad dari Makassar ini. Memahami bacaan dalam sholat ini senada dgn yg di sampaikan ustad Adi Hidayat dan Gus Baha. Sedangkan menurut Buya Arazy untuk menuju sholat khusu, sebelum kita sholat kondisikan dulu kalbu kita untuk bertemu Tuhan. Nabi Muhammad  kata Buya Arazy sebelum sholat beliau sholat dulu 4 rakaat dalam rangka persiapan diri untuk sholat. Untuk mendalami bisa buka pengajian YouTube Das'a Latif, Buya Arazy dan Adi Hidayat .

Monday, March 9, 2026

THE MIRACLE OF DOA

Catatan Ramadhan 1447#03

Para ulama dan ahli ibadah, menganggap ada keajaiban (miracle) dalam doa di bulan Ramadhan.  Kalau disebutkan 10 hari pertama Ramadhan adalah fase rahmat, 10 hari kedua adalah fase ampunan, maka 10 terakhir adalah  fase pembebasan dari api neraka (itqun minan nar) dan pada malam ke 21 sampai 29, ada keIstimewaan yang disebut malam kemuliaan (lailatul qadar).  Kata “doa” di era modern bagi generasi milineal  dan generasi Z (Gen Z) sering dilupakan baik akibat kesibukan maupun kedangkalan pemahaman dan keimanan. Akibat banyak berpikir duniawi (materialistik, kapitalistik) dengan segala macam problemnya, maka berdoa kadang-kadang dilakukan sambil lalu, tergesa-gesa bahkan berangapan doa bukan solusi. Doa tidak penting. Yang penting kerja dan kerja. Sering diungkapkan: “Aku sudah sering dan banyak berdoa, tetapi nasibku tidak juga berubah” Kata-kata diatas sering kita dengar dari orang-orang yang suntuk, galau atau gagal dalam usaha.  Pemahaman semacam ini tentu keliru dan dapat disebut tersesat dalam memaknai doa.

The Power of Love

Catatan Ramadhan 1447#02

Menjalani Ramadhan 1447 H, tahun ini kita mendengar atau menyaksikan perang rudal dan drone antara Iran dengan Israel yang didukung oleh Amerika. Pada jaman Nabi SAW dan para sahabatnya beberapa peperangan pernah terjadi pada saat Ramadhan seperti Perang Badar (623 M/2 H) dan Fathul Makkah (628 M/7 H) sehingga pada suatu ketika Nabi pernah bertanya dihadapan para sahabatnya seusai Ramadhan. Peristiwa ini masyhur di kalangan para ulama dan sering dikemukakan. Nabi SAW berkata: bahwa ada sebuah peperangan yang sangat besar dan berat ? Lantas para sahabat bertanya: perangan apa itu, wahai Rasul ?. Nabi SAW: perang melawan hawa nafsu angkara murka, yaitu puasa ?.  Dalam jihad atau ajakan berperang banyak dihubungkan dengan cinta. Dalam Al Qur’an banyak diungkapkan keengganan para muslimin, khususnya pada munafiqin untuk ikut berperang karena enggan meninggalkan harta, keluarga, isteri, anak-anak,  kedudukan dan sebagainya sehingga turun ayat antara lain

TENTANG UMUR

Catatan Ramadhan 1447#01

UMUR seperti tamu yang datang tidak diundang,  dan pergi tanpa permisi. Ramadhan tahun lalu si pulan,  tetangga kita masih tarawih bersama, kini sudah wafat. Bulan kemarin kita  bersalaman di masjid saat ibadah Jum'at dengan teman satu SMA dulu. Kini sudah berpulang dipanggil yang Maha Kuasa.  Umur tidak berbau dan berwarna kata orang tua dulu, artinya tidak bisa ditebak.  Namun, banyak orang berdoa atau kita sering mendoakan teman atau sahabat si pulan  agar dipanjangkan umur.  Padahal dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW dikatakan bahwa umur, termasuk rezeki dan jodoh sudah tercatat sejak seseorang masih berada di alam roh sebelum dilahirkan ke alam dunia, tercacat di Lauhul Mahfudz(Lembaran yang Terjaga).  Apakah doa yang kita lafalkan itu sekedar kebiasaan dalam pergaulan ? Apakah doa yang sia-sia atau tidak sepantasnya diucapkan?.  Pertanyaan utamanya, apakah umur seseorang “harga mati” atau tidak dapat diapa-apakan atau tidak dapat dirubah atau diperpanjang ? Mari kita telusuri perihal makna dan hakaket umur dalam konteks yang lebih luas.

Tuesday, December 23, 2025

SUKA BACAKUT

 Inspirasi#07

Bacakut dari Bahasa Banjar secara umum bisa diartikan suka berseterum bertengkar atau saling mengatakan kejelekan, kekurangan, atau kesalahan sehingga berujung pada permusuhan atau hubungan sesama yang tidak harmonis.  Suka Bacakut menjadi ciri yang sering disebut-sebut oleh orang tua kepada anak-anak sebagai pepadah atau nasehat agar dihindari. Muchtar Lubis, seorang budayawan, satrawan, dan juga wartawan kawakan dalam sebuah bukunya yang berjudul Manusia Indonesia (1990) mengemukakan bahwa ada enam sifat manusia Indonesia yang menonjol “tidak sehat atau tidak membangun” antara lain adalah watak yang lemah. Suka bacakut dalam hal inni masuk dalam kategori watak yang lemah.  Watak yang lemah ini sering oleh para kaula muda kini disebut sebagai “toksik”.  Toksik artinya dia tidak hanya berdampak kepada target yang dituju, tetapi  berimbas pada oang-orang di sekitarnya bahkan kepada orang-orang diluar yang sama sekali  tidak ada hubungannya.

Friday, August 8, 2025

Jalan Pintas

_Inspirasi#03_

Jalan pintas terkesan sebagai sebuah terobosan, samar-samar dianggap sebagai inovasi atau kreasi, tetapi pada hakekatnya adalah pengangkangan terhadap kebenaran atau  bertolak belakang dengan kebaikan. Akhir-akhir ini, jalan pintas menjadi trend sebagai menghalalkan cara-cara batil untuk mendapatkan kekuasaan seperti jabatan, pangkat, kekayaan, atau kekuasaan lainnya. Jalan pintas muncul, karena ambisi yang besar, tetapi tanpa didasari kapasitas, kemampuan, atau kecerdasan dalam meraih kesempatan sehingga diupayakan dengan  jalan menipu, memalsu, atau mengintimidasi.  Fenomena zaman edan, yang dikatakan pujangga Jawa, Ranggawarsita yang hidup pada abad ke 19 benar-benar menjadi kenyataan. Dalam _Serat Kalatidha_ Ranggawarsita menuliskan dalam Bahasa Jawa yang apabila diterjemahkan menyatakan:  Pada zaman edan, seseorang akan merasa kesulitan dalam bertindak yang benar, mau tidak mau ikut gila, tidak sampai hati. Apabila tidak ikut gila maka tidak akan dapat kebagian. 

Sunday, July 13, 2025

MAKSUM: Pemeliharaan Allah

 Inspirasi #02

Maksum berasal dari Bahasa Arab diambil dari kata “ashoma atau ashama” dari akar kata “Ish- mah” artinya terpelihara yang dilekatkan menjadi salah sifat darii para Nabi dan Rasul Allah SWT. Kata maksum diulang sebanyak 13 kali dalam Al Qur;an.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maksum diartikan “terbagi, terpisah, tercerai, dan lepas, sedangkan secara istilah berarti bebas dari dosa.  Nabi dan Rasul adalah sosok manusia yang tentunya melekat juga sifat-sifat manusia umumnya. Namun Allah SWT “melindungi, menjaga, memelihara” para KekasihNya, untuk menjaga kemuliaan dan martabat mereka di mata umat manusia, dan menjadikannya contoh dan teladan yang baik dalam hidup dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Oleh karena para Nabi dan Rasul pembawa risalah Allah SWT, maka kesalahan yang dilakukan dapat menggugurkan risalah yang disampaikan. Beberapa sifat maksum atau pemeliharaan kepada para Nabi dan RasulNya ditunjukkan pada beberapa peristiwa yang dialami para Nabi dan RasulNya.

Pemeliharaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW antara lain  diperintahkannya Nabi untuk tidak mengikuti perilaku dan perbuatan para orang-orang sekitarnya yang masih jahiliah. Firman Allah SWT: Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanah sholat, tunaikan zakat, serta taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya (QS Al-Ahzab:33). 

Apakah Iman Keagamaan Harus Dibuktikan Secara Logis dan Ilmiah?

Muncul banyak pertanyaan yang disampaikan secara pribadi sebagai konsekuensi dari tulisan-tulisan saya sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan ini secara spesifik bukan sebagai tanggapan langsung atas pokok-pokok bahasan, namun secara longgar berkaitan dan dapat memperkaya pembahasan. Salah satunya adalah pertanyaan berikut: “Apakah iman keagamaan harus dibuktikan secara logis dan ilmiah?” “Apa konsekuensinya jika gerakan “pembuktian iman secara logis dan ilmiah” terus dikampanyekan hingga sampai batas tertentu membentuk sikap keagamaan publik?” Untuk menanggapi pertanyaan ini, saya buat catatan berikut. Semoga bermanfaat.

MEMBUKTIKAN IMAN KEAGAMAAN SECARA LOGIS dan ILMIAH SAMA SAJA MENGUPAYAKAN KEBUTUHAN yang SAMA SEKALI TIDAK KITA BUTUHKAN.  

Upaya membuktikan iman secara logis dan ilmiah sering kali bermula dari niat untuk memberikan legitimasi rasional terhadap keyakinan religius. Di satu sisi, ini bisa dimengerti, terutama dalam iklim wacana publik yang semakin menuntut penjelasan berbasis sains dan logika. Namun di sinilah muncul cacat penalaran pertama: iman dan ilmu berada dalam ranah epistemik yang berbeda. Ilmu pengetahuan berdasar pada observasi, verifikasi, dan replikasi, sedangkan iman bersandar pada kepercayaan, pengalaman batin, dan komitmen eksistensial. Ketika iman dipaksa mengikuti kerangka pembuktian empiris, ia tidak menjadi lebih kuat, justru kehilangan ciri khasnya sebagai bentuk penghayatan yang mendalam. Misalnya, ketika seseorang mencoba membuktikan mukjizat melalui eksperimen laboratorium atau perhitungan statistik, yang terjadi bukan peneguhan spiritual, melainkan reduksi makna menjadi data yang bisa—dan sering kali harus—diperdebatkan. Dalam hal ini, iman bukan dikuatkan, tapi dilemahkan oleh metode yang tidak selaras dengan wataknya.

Friday, June 27, 2025

MUKJIZAT AL QUR’AN

 Inspirasi #01

Berkat kemajuan sistem informasi dan komunikasi, informasi tentang Islam menyebar dengan cepat. Buku Michael H. Hart yang berjudul 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia yang diterbitkan tahun 1978 lalu, menempatkan Nabi Muhammad SAW No. 1 dari 100 manusia yang dikenal dunia membuka pengetahuan di dunia tentang kebesaran dan kemuliaan Islam. Michael H. Hart, bukan seorang ahli agama, bukan muslim juga, dia seorang astrofisikawan Amerika, yang tinggal di New York banyak bergelut dalam mempelajari gugusan bintang-bintang dan  tata surya sehingga obyektivitas buku ini terjamin, bukan mengada-ada. Sepuluh orang terkenal versi   Michael Harta dalam bukunya tersebut di atas sebagai orang  No. 1 adalah  Nabi Muhammad SAW, disusul  ke 2. Isaac Newton  (ilmuawan, mtematik, daeri Inggris), 3. Nabi Isa AS, 4. Buddha (guru pencetus agama Buddha), 5. Confusius (pencetus agama Konghucu), 6. Santo Paulus (tokoh penyebar agama Kristen) , 7. Ta’ai Lun (pejabat Kekaisaran Tiongkok), 8. Johann Guternber (penemu mesin cetak Jerman), 9. Crhsristoper Columbus (penjelajah dunia dari Italia), dan 10. Alber Einstein (ahli fisika dari Jerman). Buku tersebut diatas, menginspirasi banyak orang untuk mengenal Islam dan Al-Qur’an menjadi ladang penelitian para pakar di seluruh dunia.  

Friday, June 13, 2025

NIKMAT MEMBAWA SENGSARA

 Serba-serbi #30

Dalam kehidupan di dunia, umumnya manusia mendambakan kenikmatan baik berupa kekayaan harta benda maupun kekuasaan berupa pangkat, kedudukan,  dan jabatan.  Namun dibalik kenikmatan tersebut terdapat azab, karma, atau siksa yang akan membawa kesengsaraan baik di dunia maupun di akhirat, apabila harta dan jabatan tersebut tidak digunakan atau dimanfaatkan dengan baik dan benar. Kenikmatan yang diberikan Allah SWT terkadang tanpa disadari bukan menambah kedekatan lepada Allah, tetapi justru menjadikannya jauh atau lupa kepada Allah.  Keadaan inilah yang disebut  istidraj seperti yang diungkapkan ustadz Muhammad Ahyad Arsyad pada subuh Jumat, 13 Juni  barusan tadi.  Istidraj dalam Bahasa Banjar disebut dirojong atau dilanjur atau dalam Bahasa Jawa disebut diujo, dilulu, atau didugi. Lebih tepat diistilahkan dengan azab yang tersembunyi atau nikmat membawa sengsara. 

JALAN KE SURGA

Catatan Ramadhan 1447#4 Lirik syair gubahan Rabiatul Adawiyah seorang sufi yang masyhur, sering dilantunkan para santri sangat menyentuh hat...