Catatan Ramadhan 1447#5
Injury time (dari bahasa Inggris) bisa diartikan tambahan waktu, waktu kritis, atau waktu batas akhir. Imsak mungkin masuk dalam isitilah injury time. Dalam sepak bola injury time berada di menit-menit terakhir, yaitu menit ke 45 atau 50, yang menjadi penentu pemenangan. Tujuan pemberian tambahan waktu sebelum pluit ditiup wasit adalah untuk mengganti kehilangan waktu dalam pertandingan seperti ada yang sakit cidera sehingga perlu diangkut oleh tim Kesehatan, atau perayaan oleh penonon setelah gol sehingga lapangan dipenuhi penonton waktu pertandinga berkurang sehingga perlu tambahan waktu.
Memasuki hari ke 25 Ramadhan ini
atau sepuluh hari terakhir ini dapat dikatakan kita memasuki Ramadhan dalam injury time atau waktu penentu kemenangan. Nabi Muhammad SAW menurut Saidina Aisyah RA dalam hadist melakukan tiga hal : 1) I’tikaf di masjid (tidak di rumah, (2) pengencangkan ikan pinggangnya (maksudnya banyak melakukan sholat dan zikir), tidak mengumpuli isteri-isterinya lebih banyak di masjid; dan (3) memohon ampunan Allah SWT. Kalau 10 malan pertama dan 10 malam pertengah kita belum sempat banyak melakukan perbuatan kebaikan seperti sholat0sholat sunat, zikir, sedekah dan lainnya maka kesmepatan itu ada pada injury time sekarangm semoga kita dapat meaih kemenangan pada akhir Ramadhan menjadi suci kembalim kefitrah.I’tikaf (bahasa Arab) artinya berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Duduk manis saja dalam masjid tanpa berzikir atau sholat sudah dapat disebut I’tikaf kata beberapa ulama, tetapi dianjurkan untuk memperbanyak zikir atau sholat. Juga tidak mesti dari habis isa sampai menjelang shubuh, cukup hanya beberapa menit berdiam di masjid sudah dapat disebut I’tikaf kata ustadz Muhammad Faiz dalam ceramahnya. Para ulama di Martapura, Banjarbaru, dan Banjarmasin setahu penulis banyak yang mengadakan kegiatan ibadah malam dalam 10 hari terakhir Ramadhan dengan membaca Surat Yasin, sholat taubat, sholat hajat, dan sholat tasbih, umumnya dikalangan NU (Nahdiyin). Beberapa teman dan jamaah yang rutin hampir setiap tahun ikut dalam tradisi ibadah malam di Masjid Al Karomah, Martapura tempo hari sempat penulis tanyakan: Kenapa begitu semangat jauh-jauh dating ke Martapura hanya untuk tradisi ibadah malam tersebut ?. Jamaah yang hadir sangat banyak sehingga masjid penuh dan tidak saja datang dari Kalsel, tapi juga Kalteng, dan Kaltim yang menginap di hotel-hotel Banjarbaru dan Martapura. Jawab mereka ibadah dan doanya di pimpin imam di=u Masjid Al Karomah Martapura bisa khusyu dan nyaman. Selain itu, ada yang berpendapat doa dan keinginanya banyak yang dikabulkan. Bagi Anda yang tinggal di Banjarbaru atau sekitarnya sebaiknya ikut sekali-kali mencoba pada malam-malam ganjil berjamaah beribadah malam di Masjid Al Karomah Martapura dengan keluarga, Insyaallah akan mendapatkan keberkahan dan kemuliaaan.
Sayangnya tradisi di Kalimantan atau Martapura di atas, tidak ada di Yogyakarta, khususnya di kalanagn MU umumnya. Ramadhan di Kalimantan menunjukkan lebih ramai dan antusias dalam kegiatan ibadah dibandingkan di Yogyakarta. Namun di Yogyakarta ada tradisi yang tidak ada di Kalimantan atau Banjarbaru yaitu kultum atau ceramah singkat sebelum sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh setiap malam/hari oleh para ustadz, dai, atau dosen.
Berkaitan dengan kabulnya doa, Nabi Muhammad SAW bersabda : Tidaklah berkumpul 40 orang dalam satu perkara kecuali Allah akan mengabulkan doa untuk mereka sampai seandainya mereka berdoa kejelekan untuk gunung niscaya mereka akan mengancurkan gunung tersebut (Hadist ini dianggap sebagian ulama palsu, dinyatakan hadist ini ada di kitab kaum Syiah). Dalam kesempatan lain Nabi SAW bersabda: Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa se pengetahuannya adalah mustajab (makbul). Di atas kepalanya ada malaikat yang bertugas, setiap kali dia berdoa kebiakan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata: Aamiin dan untukmu juga seperti itu (HR. Muslim). Doa yang kita lantunkan untuk orang lain akan kembali ke kita. Doa atau salawat kepada Nabi SAW berarti doa dan keselamatan untuk kita. Masyaallah
Yogyakarta, 14 Maret 2026
Nuhammad Noor
No comments:
Post a Comment