Pengelola Masjid

Thursday, March 19, 2026

TAU-TAU, LEBARAN !

 Catatan Ramadhan 1447#6 

Seperti layaknya orang kesirep atau pingsan. Bangun-bangun, begitu sadar, kita linglung terus menanyakan: Dimana ini ? Kenapa ? Ada apa?.  Tau-tau adalah ungkapan sehari-hari atas waktu yang berlalu dengan cepat sehingga apa yang direncana semula tidak sempat terlaksana.  Dulu waktu kuliah, saking asyiknya sampai waktunya di wisuda, Setelah bertahun-tahun menjalani perkuliahan, praktikum, dan sebagainya. Tau-tau, harus wisuda. Tau-tau  keluar kampus !. Dulu waktu kerja saking sibuk dengan berbagai urusan dan jabatan sehingga lupa atau melupakan tetangga dan keluarga. Tetangga wafat nga sempat layat. Saudara dan sanak keluarga sedang melangsungkan perkawinan lewat, nga sempat hadir karena  tuntutan kerja,  Akhirnya, sampai waktunya: Tau-tau Pensiun !.  Begiru melihat kerutan kriput di wajah isteri atau suami baru sadar kalau diri sudah tua. Kaget ! Tau-tau sudah tua, sudah sepuh !  Kata ustadz demkian sifat dunia, fana, tidak ada yang abadi. 

Demikian kira-kira yang dirasakan dalam setiap Ramadhan.  Tau-tau Lebaran Aja !. sebuah ungkapan yang sering kita dengar atau kita rasakan sebagai sebuah penyesalan karena harapan yang sudah dirancang belum semuanya terlaksana. Rencana I’tikaf, rencana tadarus Qur’an, tarawih, sedekah, dan berbagai kebaikan belum terlaksana karena sibuk dan sebagainya.  Kesempatan berdoa dan bermunajat yang diberikan dalam 10 hari pertama Ramadhan sebagai Rahmat, 10 hari ke dua sebagai Ampunan; dan  hari terakhir sebagai pelepasan dari azab neraka, lewat saja atau kita rasakan masih kurang. Kesempatan pada malam ke 27 Ramadhan ini (jatuh pada Minggu malam 16 Maret bagi kalangan MU; dan Senin malam tanggal 17 Maret bagi kalangan NU/pemerintah), yang banyak para ulama besar yang menyebutkan sebagai malam 1000 bulan (Lailatul Qadar) merupakan kesempatan untuk bermunajat.  

Dalam sebuah hadistnya Nabi bersabda :  Beramalah segera selagi 7 keadaan, sebelum datang 7 keadaan yang buruk, yaitu (1) kefakiran yang melalaikan; (2) kekayaan yang membuat melampaui batas (sehingga bersifat kikir); (3) sakit yang merusak badan; (4) usia tua yang melemahkan; (5) kematian yang datang mendadak; (6) datangnya Dajjal; dan (7) datangnya hari kiamat (HR Tirmidzi). Allah SWT berfirman mengingatkan: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu; Sampai kamu masuk ke dalam kubur (QS. At Takatsur: 1-2).  Subhanallah.   Bagi kita yang sudah di penghujung umur ini tidak ada pilihan seperti diungkapkan orang-orang bijak, yaitu beramalah kebaikan untuk akhirat seolah-olah besok akan mati. Lupakan dunia sejenak. Siapa sangka ini Ramadhan terakhir bagi kita. Wallahu’alam bis shawab.       

Yogyakarta, 15 Maret 2026

Muhammad Noor

No comments:

Post a Comment

JALAN KE SURGA

Catatan Ramadhan 1447#4 Lirik syair gubahan Rabiatul Adawiyah seorang sufi yang masyhur, sering dilantunkan para santri sangat menyentuh hat...