Catatan Ramadhan 1447#03
Para ulama dan ahli ibadah, menganggap ada keajaiban (miracle) dalam doa di bulan Ramadhan. Kalau disebutkan 10 hari pertama Ramadhan adalah fase rahmat, 10 hari kedua adalah fase ampunan, maka 10 terakhir adalah fase pembebasan dari api neraka (itqun minan nar) dan pada malam ke 21 sampai 29, ada keIstimewaan yang disebut malam kemuliaan (lailatul qadar). Kata “doa” di era modern bagi generasi milineal dan generasi Z (Gen Z) sering dilupakan baik akibat kesibukan maupun kedangkalan pemahaman dan keimanan. Akibat banyak berpikir duniawi (materialistik, kapitalistik) dengan segala macam problemnya, maka berdoa kadang-kadang dilakukan sambil lalu, tergesa-gesa bahkan berangapan doa bukan solusi. Doa tidak penting. Yang penting kerja dan kerja. Sering diungkapkan: “Aku sudah sering dan banyak berdoa, tetapi nasibku tidak juga berubah” Kata-kata diatas sering kita dengar dari orang-orang yang suntuk, galau atau gagal dalam usaha. Pemahaman semacam ini tentu keliru dan dapat disebut tersesat dalam memaknai doa.
Anjuran berdoa untuk sebanyak-banyaknya pada bulan Ramadhan karena janji Allah akan mengabulkannya (QS Al Baqaroh 186). Menurut ustadz Adi Hidayat dalam tausyiahnya, sebutan Ramadhan dari kata Ramadha (bahasa Arab) artinya panas, karena diberi imbuhan huruf alif dan nun, maka Ramadhan artinya panas sekali, full panas sehingga banyak para ulama mengartikan ramadhan sebagai bulan pembakaran atau penguguran dosa-dosa sehingga memasuki idul fitri kita dapat kembali ke fitrah (fitri atau suci). Saidina Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah doa apakah yang baik untuk dilantunkan pada bulan mulia Ramadhan, khususnya menyambut malam Lailatul Qadar. Nabi SAW mengajarkan sebagaimana sering kita lantunkan yaitu: “Allahhuma innaka affuwun karim tuhibbul afwa fa'fuani. Artinya: Yaa Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf/Pengampun, Engkau mencintai ampunan, maka maaf/ampunilah aku” .Doa yang sangat indah, juga penuh makna.
Doa tersebut di atas dikisahkan para ulama, sebagai ungkapan kasih sayang Allah SWT kepada hambaNya. Allah SWT menanyakan perbuatan hambaNya sambil menunjukkan bukti-bukti. Allah bertanya: Wahai hambaku, selama ini engkau sholat, tapi jauh dari khusyu ?. Sang Hambapun mengakui dan menjawab; Benar, wahai Rabku. Allah menanyakan kembali: Wahai hambaku bukankah engkau puasa, tetapi engkau masih suka marah dan bakhil, pamer dan berlebihan?. Sang Hamba menjawab: _Benar Rabku. Allah menanyakan lagi: Wahai hambaKu bukankah zakat, haji dan umrahmu sekedar agar engkau dipandang alim?. Sang Hamba menjawab: Benar Wahai TuhanKu. Di hadapan Allah SWT, sang hambapun menyesali segala amal perbuatannya, tunduk tawadhu, bersujud dan memohon ampunanNya sebagaimana doa diatas. Allahpun kemudian menjawab doa tersebut: Aku akan kabulkan doa hambaKu yang beriman, berdoa, dan memohon hanya kepadaKU (QS.Al Baqaroh 186). Doa tersebut dianjurkan untuk dilantunkan menjelang berbuka puasa dan sepanjang malam agar kita mendapatkan ampunanNya.
Doa adalah senjata orang mukmin. Allah SWT berfirman dalam surah Al Fatihah ayat 5 sebagai pernyataan yang wajib kita ucapkan dalam sholat: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan”. dan dalam surah Al Ikhlas ayat 2 Allah menyatakan diriNya: Aku (Allah) tempat meminta sesuatu. Menurut “Psikologi Doa” Allah SWT mengabulkan doa seseorang melalui tiga cara, yaitu (1) langsung diijabah sesuai doanya; (2) digantikan dalam bentuk lain yang lebih baik dari yang diharapkannya, (3) menunda hingga saat yang tepat, atau diterima nantinya di akhirat.
Berdoa dilakukan oleh para Nabi dan RasulNya. Orang bijak berkata berdoa adalah usaha kita, dikabulkan atau tidak adalah hak prerogatif atau hak istimewa sepenuhnya hak Allah SWT. Doa adalah penting, kata doa dalam Al Qur.an terdapat sebanyak 184 kali, dalam 56 surat Al Quran artinya doa sangat penting dalam kehidupan kita. Para psikolog dan ulama sepakat doa dapat menjadi therapi (pengobatan) bagi kesehatan dan kebaikan jiwa kita, doa membentuk hati seseorang tenang, damai, tentram, sabar, dan ikhlas. Doa adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya karena perintah Allah. Keajaiban doa ada pada bulan Ramadhan ini. Mengutib kultum pada 16 Ramadhan oleh ustadz Muhammad Said Adam di Masjid Al Mukhlis Gamping Kidul, Yogyakarta ada tujuh prinsif yang harus dipegang dalam berdoa; (1) yakin seyakin-yakinnya Allah mendengar dan mengabulkan doanya; (2) ikhlas, hanya meminta kepada Allah; (3) berlaku taat terhadap perintah dan meningalkan yang dilarang; (4) tidak memohon untuk kejahatan atau kejelekan (maksiat); (5) waktu yang dianjurkan dan tepat seperti saat ini bulan Ramadhan kini; (6) tidak memohon tergesa-gesa; dan (7) taubat, didahului dengan taubat atas segala dosa sebelumnya. Firman Allah SWT “ Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan bagimu” (QS Al Mukmin/Al Ghafir: 60). Waalahualam bis shawab. Semoga kita termasuk orang yang beruntung. Aamiin.
Yogyakarta, 7 Maret 2025
Muhammad Noor
No comments:
Post a Comment