Inspirasi #01
Berkat kemajuan sistem informasi dan komunikasi, informasi tentang Islam menyebar dengan cepat. Buku Michael H. Hart yang berjudul 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia yang diterbitkan tahun 1978 lalu, menempatkan Nabi Muhammad SAW No. 1 dari 100 manusia yang dikenal dunia membuka pengetahuan di dunia tentang kebesaran dan kemuliaan Islam. Michael H. Hart, bukan seorang ahli agama, bukan muslim juga, dia seorang astrofisikawan Amerika, yang tinggal di New York banyak bergelut dalam mempelajari gugusan bintang-bintang dan tata surya sehingga obyektivitas buku ini terjamin, bukan mengada-ada. Sepuluh orang terkenal versi Michael Harta dalam bukunya tersebut di atas sebagai orang No. 1 adalah Nabi Muhammad SAW, disusul ke 2. Isaac Newton (ilmuawan, mtematik, daeri Inggris), 3. Nabi Isa AS, 4. Buddha (guru pencetus agama Buddha), 5. Confusius (pencetus agama Konghucu), 6. Santo Paulus (tokoh penyebar agama Kristen) , 7. Ta’ai Lun (pejabat Kekaisaran Tiongkok), 8. Johann Guternber (penemu mesin cetak Jerman), 9. Crhsristoper Columbus (penjelajah dunia dari Italia), dan 10. Alber Einstein (ahli fisika dari Jerman). Buku tersebut diatas, menginspirasi banyak orang untuk mengenal Islam dan Al-Qur’an menjadi ladang penelitian para pakar di seluruh dunia.
Kata mukjizat dari Bahasa Arab asal kata “ijaz” yang berarti orang lain tidak mampu melakukannya. Secara etimologi, mukjizat diartikan sebagai kejadian luar biasa yang memperlihatkan ketidak mampuan lawan untuk meniru. Misalnya tongkat Nabi Musa AS yang dapat berubah menjadi ular dan mampu membelah laut dan menjadikannya jalan (kering). Nabi Ibrahim AS tidak terbakar sekalipun dimasukan dalam kobaran selama 7 malam 7 hari. Nabi Isa AS dapat menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang yang mati, Nabi Sulaiman AS mampu berkomunikasi dengan jin dan Binatang-binatang seperti semut, burung Hud-Hud, dan lainnya. Nabi penutup Muhammad mempunyai mukjizat salah satunya berupa Al-Qur’an yang menjadi petunjuk dan rahmat bagi manusia
Dalam kajian baik aspek spiritual maupun aspek sains (ilmu pengetahuan) yang disampaikan Al Qur’an tidak ada yang bisa menandinginya sehingga patut dan pantas dikatakan sebagai mukjizat. Kekuatan Al Qur’an menunjukkan kemukjizatannya antara lain: (1) otientik, tidak mengalami perubahan sejak turunnya pada abad ke 6, disusun menjadi mushaf pada era Usmaniah abad ke 8, dan sampai kini abad ke 21 menunjukkan keasliannya, tidak ada perubahan sedikitpun, dan terkontrol keasliannya di seluruh dunia; (2) lengkap, memuat berbagai hukum dan ketentuan bagi kehidupan manusia, dan (3) ter-update, mengikuti perkembangan zaman, termasuk masyarakat dunia meskipun diturunkannya sejak 14 abad lalu.
Mukjizat Al Qur;an tidak terbatas pada satu bidang, melainkan meliputi bahasa, sejarah, ilmu pengetahuan, psikologis dan spiritualitas, yang sebagian besar terbukti berabad-abad setelah Al-Qur’an diturunkan. Banyak orang merasa ketenangan, petunjuk hidup, bahkan kesembuhan spiritual dan emosional saat membaca Al-Qur'an, yang dianggap sebagai bentuk mukjizat batin. Misalnya Al Qur’an menginspirasi penemuan-penemuan ilmiah ditulis oleh Agus Mustofa dengan judul _Al Qur;an Insprasi Sains (2014); Al Qur’an memberikan ketenangan batin dan penyembuhan kesehatan (fisik dan hati) ditulis oleh dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair dengan judul Kesaksisan Seorang Dokter (2016); dan Mukjizat Al Qur’an Secara Holistik, Luas dan Menyeluruh meliputi Aspek Nahas, Ilmiah dan Pemberitaan Gaib di tulis oleh Prof Dr. M. Quraish Syihab (1997).
Pada bidang bahasa dan sastra disebutkan Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab yang sangat fasih dan indah. Para ahli sastra Arab, termasuk penyair besar zaman Jahiliyah, tidak mampu menandingi gaya bahasanya meskipun mereka menguasai puisi dan prosa tingkat tinggi. Al-Qur’an bahkan menantang manusia untuk membuat satu surat saja yang sebanding (QS. Al-Baqarah: 23), tetapi tidak ada yang berhasil hingga kini;
Pada bidang ilmu pengetahuan ilmiah (Scientific Miracles). Sejak abad ke-20, khususnya setelah perkembangan sains modern informasi dan pengetahuan (sains) yang termuat di Al Qur’an menjadi sumber acuan dan pengetahuan. Misalnya dalam proses penciptaan manusia dalam QS. Al-Mu’minun: 12–14 menyebut tahapan "nuthfah", "alaqah", "mudhghah"; Terbukti pada tahun 1970-an melalui embriologi modern (Prof. Keith L. Moore – ahli anatomi dari Kanada). Baru-baru ini bidang kedoteran menemukan adanya sebanyak 360 persendian yang ada di tubuh manusia, ternyata sudah disebut dalam Al Quran sejak 14 abab lalu. Contoh yang lain tentang Lautan yang tidak bercampur dikemukakan dalam QS. Ar-Rahman: 19–20 dan QS. Al-Furqan: 53. Terbukti dengan observasi ilmiah tentang "halocline" dan batas pemisah (barzakh) antara laut asin dan tawar dan terbukti pada abad ke-20 oleh ilmuwan kelautan seperti Jacques Cousteau. Contoh lain tentang gunung sebagai pasak dalam QS. An-Naba: 6–7. Terbukti melalui geologi modern bahwa gunung memiliki akar besar dan berfungsi menstabilkan lempeng tektonik. Perluasan Alam Semesta dalam QS. Adz-Dzariyat: 47 – "Kami benar-benar meluaskannya" dan terbukti pada tahun 1929 oleh Edwin Hubble – alam semesta mengembang, bukan statis. Proses pembentukan hujan dan siklus air dalam QS. Ar-Rum: 48).
Pada bidang ilmu prakiraan atau prediksi Masa Depan. Beberapa peristiwa sebelum terjadi dikemukakan dengan jelas dalam Al Qur’an yang disampaikan juga oleh Nabi melalui hadits. Dengan berjalannya waktu prediksi tersebut betul-betul terjadi, sekalipun Nabi sudah wafat. Misalnya kemenangan Romawi atas Persia (QS. Ar-Rum: 2-4), yang terbukti beberapa tahun setelah wahyu itu turun. Saat ayat ini turun, Romawi baru kalah parah dari Persia, sehingga kemenangan dianggap mustahil. Terbukti bahwa Romawi mengalahkan Persia kembali dalam waktu kurang dari 10 tahun (sekitar tahun 627 M). Fir’aun yang tenggelam, tetapi diselamatkan sebagai tanda dalam QS. Yunus: 92 – tubuh Fir’aun akan diselamatkan sebagai pelajaran. Terbukti pada tahun 1898, mumi Fir’aun Ramses II ditemukan di Lembah Raja Mesir dan masih diawetkan hingga kini, menunjukkan tubuhnya memang tidak hancur. Terpeliharanya Al-Qur’an yang dinyatakan dalam QS. Al-Hijr: 9, terbukti dengan naskah Al-Qur'an yang tetap sama sejak diturunkan – Allah berjanji menjaga keaslian Al-Qur’an. Naskah tertua Al-Qur’an (seperti Mushaf Topkapi, Mushaf Samarkand) memiliki teks yang identik dengan Al-Qur’an hari ini. Tidak ada perubahan huruf maupun susunan; dihafal jutaan orang di seluruh dunia.
Pada bidang spiritual dan psikoloigis. Terbukti di Al Qur’an menjadi obat hati dan jiwa manusia di seluruh dunia dan terbukti terus-menerus sejak zaman Nabi hingga kini. Banyak orang masuk Islam setelah membaca atau mendengar Al-Qur’an, bahkan tanpa paksaan atau debat. Contoh terkenal: Umar bin Khattab yang tersentuh ayat QS. Taha sebelum masuk Islam. Di zaman modern, banyak mualaf yang menyatakan ketenangan luar biasa saat mendengar Al-Qur’an, bahkan sebelum memahami maknanya. MasyaAllah. Firman Allah SWT: Nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kau dustakan? (QS Surah Ar Rahman:13). Pertanyaan yang diulang Allah sebanyak 31 kali, memberikan arti untuk kita agar selalu mensyukuri segala karunia Allah yang telah kita terima. Waallu’alam bis shawab.
Banjarbaru, 25 Juni 2025
Muhammad Noor
Bogor-Cibinong
No comments:
Post a Comment