Pengelola Masjid

Friday, June 13, 2025

NIKMAT MEMBAWA SENGSARA

 Serba-serbi #30

Dalam kehidupan di dunia, umumnya manusia mendambakan kenikmatan baik berupa kekayaan harta benda maupun kekuasaan berupa pangkat, kedudukan,  dan jabatan.  Namun dibalik kenikmatan tersebut terdapat azab, karma, atau siksa yang akan membawa kesengsaraan baik di dunia maupun di akhirat, apabila harta dan jabatan tersebut tidak digunakan atau dimanfaatkan dengan baik dan benar. Kenikmatan yang diberikan Allah SWT terkadang tanpa disadari bukan menambah kedekatan lepada Allah, tetapi justru menjadikannya jauh atau lupa kepada Allah.  Keadaan inilah yang disebut  istidraj seperti yang diungkapkan ustadz Muhammad Ahyad Arsyad pada subuh Jumat, 13 Juni  barusan tadi.  Istidraj dalam Bahasa Banjar disebut dirojong atau dilanjur atau dalam Bahasa Jawa disebut diujo, dilulu, atau didugi. Lebih tepat diistilahkan dengan azab yang tersembunyi atau nikmat membawa sengsara. 

Azab yang tersembunyi ini terkadang tidak disadari oleh manusia akibat tertutupnya hidayah dari Allah SWT seperti yang dialami oleh Fir’aun, Hanan, Karun pada zaman Nabi Musa AS dan Salabah yang menjadi kisah fenomenal pada zaman Nabi Muhammad SAW. Manusia sebagian besar dapat lulus apabila diuji dengan kekurangan, masih ingat kepada Allah SWT dan dapat bersabar, tetapi begitu diuji dengan kekayaan dan kesenangan, lupa kepada Allah SWT dan membawanya kepada maksiat dan kerusakan. 

Azab adalah hukuman (dari Allah SWT) akibat perbuatan buruk (dosa). Sedangkan musibah adalah bentuk ujian atau cobaan yang dapat dialami siapa saja baik karena perbuatan sendiri atau kelompok. Karma adalah hukum sebab akibat yang berlaku dalam kehidupan. Karma dapat sebagai balasan dari perbuatan yang bersangkutan sehingga ada karma baik dan karma buruk. Sedangkan siksa termasuk bentuk hukuman yang diterima akibat perbuatan jahat atau dosa yang dialami baik di dunia maupun di akhirat. Azab bukan hanya dalam bentuk kesulitan atau kesakitan, tetapi dapat juga berupa limpahan kenikmatan materi, kedudukan (tahta, pangkat, jabatan), kecantikan, dan keluarga; tetapi kenikmatan batin jutru dicabut tanpa disadari. Keadaan inilah yang disebut istidraj

Kata azab dan bentuk turunannya dalam Al Qur’an terdapat sebanyak 374 kali melebih jumlah hari dalam setahun (1 tahun = 365 hari). Di bandingkan kata neraka dan surga terdapat masing-masing 77 kali. Boleh jadi ini mengingatkan kita bahwa manusia banyak melakukan pengrusakan dalam kehidupannya sebagaimana firman Allah SWT:  Telah tampak keruskan di darat dan d laut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar-Rum 11). Pada ayat yang lain Allah SWT mengatakan:  Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi (sesudah Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan) (QS. Al-A’raf: 56).   

Al Qur’an juga mempertanyakan apakah berita orang-orang terdahulu yang ditimpakan azab tersebut telah sampai ?.  Allah berfirman:  Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Samud, dan Ibrahim, penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul yang membawa bukti-bukti yang nyata. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri (QS. At- Taubah: 70). Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang dhalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya (QS Ath-Thuur: 47). Pernyataan keras Allah ini menunjukkan kurangnya perhatian atau sifat menganggap remeh, kecil atau sepelenya tentang ancaman azab. Selain di dunia,azab juga diterima sesuah wafat, bahkan sejak dalam kubur yang disebut siksa kubur.

Boleh jadi banyak manusia beranggapan Allah SWT mempunyai sifat maha pemaaf dan maha pengampun? Padahal Allah SWT juga mempunyai sifat maha adil dan bijaksana.  Beberapa peringatan tertuang dalam Al Quran antara lain Allah SWT berfirman : (1). Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) (QS As-Syura:30); (2) Apa saja yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja yang bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri (QS. An-Nisa:79); (3)  Tidak ada suatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS At-Tagabun:11); (4) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS Al-Baqarah: 157); (5) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia… (QS Al A’raf: 96); dan (6) Dan agar mereka mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan…. (Qs Al-Qashash: 47). 

Siksa dan azab dinyatakan Nabi SAW dengan sabda beliau antara lain (1) Di riwayatkan dari Umar bin Khatab, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya apabila salah seorang kamu mati, maka tempat duduknya ditampakkan kepadanya di waktu pagi dan sore. Jika di ahli surga, maka yang (ditampakkan) adalah surga, dan jika ahli neraka maka ditampakkan neraka.Lalu dikatakan kepadanya: Inilah tempat dudukmu hingga Allah membangkitkan kamu pada hari kiamat (HR. Bukhari dan Muslim); dan (2) Di riwayatkan Usman bin Affan, Rasulullah bersabda: Kubur adalah persinggahan pertama dari persinggahan-persingahan akhirat. Jika seorang hamba selamat daripadanya, maka apa yang ada setelah itu adalah lebih dahsyat (HR. Tirmidzi, Ibn Majjah, dan Hakim). Betapa dahsyatnya azab,  maka kita semua bermohon kepada Allah diberikanNya perlindungan dan pemeliharaan dari segala dosa dan kesalahan lepas dari segala azab dunia dan akhirat. Aamiin Ya Robal Aalamiin.  Wallahu 'alam bis shawab 


Banjarbaru, 13 Juni 2025

Muhammad Noor

No comments:

Post a Comment

JALAN KE SURGA

Catatan Ramadhan 1447#4 Lirik syair gubahan Rabiatul Adawiyah seorang sufi yang masyhur, sering dilantunkan para santri sangat menyentuh hat...