_Serba-Serbi #14_
Dalam sebuah hadits disebutkan, ketika Allah mengusir Iblis dari surga akibat menantang perintah Allah untuk tunduk kepada Adam AS. Allah perintahkan kepada iblis untuk turun ke dunia bersama-sama Adam dan Hawa (QS.AL-Baqarah: 34). Kadarullah. Adam di surga terjerumus akibat hasutan Iblis, untuk memakan buah khuldi yang sebelumnya diperingatkan Allah untuk jangan didekati.
Surah Thaha ayat 120 menjelaskan. ”Kemudian setan membisikan pikiran jahat kepadanya (Adam), dengan berkata: _Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan Kerajaan yang tidak binasa_. Dalam Kitab Tafsir Al-Jalalain dalam sejumlah riwayat dikatakan, Iblis semula ditugaskan menjaga surga dalam kurun waktu 40 ribu tahun. Iblis hidup bersama dengan malaikat selama 80 ribu tahun, dan tawaf mengeliling Arsy bersama para malaikat selama 14 ribu tahun. Iblis di keluarkan dari surga dalam keadaan terhina dan akan menempati neraka kelak (Qs. Al A’raf 18).
Iblis memohon kepada Allah SWT untuk dipanjangkan umur sampai hari kiamat (QS. Al Hijr 36-38) : Iblis (berkata): _Wahai Tuhanku, tangguhkanlah umurku sampai hari mereka (manusia) dibangkitkan_. (Allah) berfirman: _Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang ditangguhkan sampai hari yang telah ditentukan waktunya (kiamat)._ Iblis tidak pernah mati, sehinggga jumlahnya bertambah terus. Untungnya, kita tidak pernah atau dapat melihat keberadaannya dengan kasat mata sehingga kitapun tanpa sadar sedang didampingi Iblis. _Audzubillahi minas syaiton nirojim_.
Setelah diturunkan ke dunia, menurut hadits Iblis memohon kepada Allah SWT berbagai fasilitas dalam upayanya menjerumuskan manusia. Iblis berkata: _Ya Allah, buatkanlah rumah untukku_. Allah berfirman: _Rumahmu kakus (WC)_; Selanjutnya Iblis meminta kepada Allah: _Buatkan tempat untukku_. Allah menjawab: _Tempatmu pasar dan jalanan_; Iblis berkata: _Buatkan makananku_: Allah menjawab: _Makananmu, adalah makanan yang tidak dikarenakan atas namaKu (Allah)_; Iblis berkata: _Buatkan minumanku_: Allah menjawab: _Minumanmu yang memabukkan_; Iblis berkata: _Buatkan penyeruku_: Allah menjawab: _Seruanmu alat-alat musik yang mengasikan sehingga melupakanKu_; Iblis berkata: _Buatkan bacaan untuk ku_: Allah menjawab: _Bacaanmu syair_; Iblis berkata: _Buatkan catatan untuk ku_: Allah menjawab: _Catatanmu tato_; Iblis berkata: _Buatkan perkataan untuk ku_: Allah menjawab: _Perkataanmu dusta_; Iblis berkata: _Berikan utusan untuk ku_: Allah menjawab: _Utusanmu para dukun_; Iblis berkata: _Buatkan pancingan untuk ku_: Allah menjawab: _Pancinganmu adalah wanita_. Cerita di atas menggambarkan tempat, apa, dan siapa yang disukai iblis, Dengan demikian kita dapat berhati-hati dan waspada terhadap tempat, apa, dan siapa yang digariskan menjadi kesukaan Iblis.
Menurut Prof. KH. Dr. Quraish Syihab, dalam bukunya Setan dalam Al Qur’an (2010), manusia mempunyai beberapa kelemahan sehingga setan dapat memperdaya manusia. Kelemahan ini merupakan sifat-sifat manusia yang disukai Iblis. Sifat-sifat ini melekat pada manusia, yang sebagian kita tidak menyadarinya. Sekitar delapan sifat manusia yang disukai iblis sehingga mereka mudah terjerat setan antara lain: (1) *congkak*, orang-orang congkak menjadi lahan subur bagi bisikan setan. Contoh manusia congkak Fir’aun, Abu Jahal dan lainnya; (2) *iri hati*, orang yang iri hati mudah terbius oleh bisikan setan; bahkan menjadi teman baiknya iblis; (3) *tamak*, orang tamak atau kikir mudah sekali dihasut bisikan setan. Iblis sering membisikan kemanusia tentang kemsikinan, kesulitan mencari uang, kepentingan ini itu sehingga menjadi berat untuk beramal atau sedekah; (4) *angguh*, orang yang bersifat angkuh menganggap dirinya hebat, cepat menerima hasutan setan, teman baiknya iblis; (5) *pertengkaran*, orang yang suka bertengkar disukai iblis karena mudah dihasut dan teman baik iblis; (5) *amarah*, orang dalam situasi amarah, hilang akalnya sehingga menjadi jalan masuk bagi setan, dan (6) *minim Ilmu*, orang yang terbatas ilmunya, tidak dapat mengetahui atau merasa adanya bisikan setan yang sedang menjerat pikiran dan hatinya; (7) *lupa*, orang yang pelupa dikatakan orang tidak punya kemauan keras, malas, dan acuh terhadap orang lain dan dirinya sendiri sehingga lemah imannya. Allah berfirman: _Bukankah Adam dan Hawa, tergoda bisikan setan karena mereka lupa_ (QS Thaha: 112); dan (8) *ketergesaan*, orang yang cepat mengambil kesimpulan dan tindakan yang didasarkan nafsunya mudah dibisiki setan.
Seyogyanya kita selalu ingat dan waspada bahwa setan merupakan musuh utama dan kita selalu dalam targetnya. Firman Allah SWT: _Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada dirinya sendiri, Mereka itulah orang-orang yang fasik_ (QS al Hasyr: 19). Wallahu ‘alam bis shawab_
Banjarbaru, 15 Mei 2025: 08.00 Wita.
Muhamamd Noor
No comments:
Post a Comment