Pengelola Masjid

Sunday, May 18, 2025

KALAU SAPI BISA NGOMONG

 Serba-Serbi #16

Alkisah, seorang penyembelih sapi dengan mudah merobohkan sapi qurban yang mau disembelih. Sementara penyembelih lain dengan susah payah merobohkannya. Kata orang karena si penyembelih bisa berbisik kepada si sapi agar supaya pasrah, diam, dan tidak bertingkah. Alkisah, bahwa tiang besar dan paling tinggi di tengah-tengah masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin dan Masjid Jami Al Karomah Martapura diambil dan diangkut dari Sungai Barito oleh buaya yang diperintahkan oleh tuan guru. Dua kisah di atas, fiksi bukan fiktif. Persahabatan antara manusia dengan binatang  bukan hal baru dan banyak kita temukan di masyarakat dalam tradisi lisan.  Sapi yang bisa ngomong adalah patung berbentuk anak sapi yang dibuat oleh Samiri di masa Nabi Musa AS, Samiri memasukan tanah bekas jejak kaki kuda Jibril ke dalam patung tersebut sehingga seolah-olah hidup dan bisa ngomong. Hal tersebut dilakukan Samiri   karena melihat kaum Bani Israil rindu untuk menyembah berhala, Samiri mengaku bahwa patung anak sapi tersebut  adalah tuhan mereka dan tuhannya Musa AS, sementara Musa AS sedang pergi ke Gunung Thursina untuk menerima wahyu (QS. Al-Baqarah: 51). Samiri adalah seorang pemuda, perupa (pemahat_dari Syam (sekarang Irak) yang menjadi pengikut Musa AS, tetapi membuat tipu muslihat dan berkhianat terhadap Musa AS  dengan mengajak kaum Bani Israil  untuk menjadikan patung anak sapi tersebut sebagai sesembahan (QS Thaha: 85-88). 

Dalam sejarah manusia, seperti termaktub dalam Kitab Suci Al Qur’an bahwa beberapa binatang bisa bicara, ngomong, atau berdialog dengan para Nabi dan Aulia (salafus shaleh). Misalnya Nabi Sulaiman berdialog dengan semut, burung dan jin; Nabi Daud berdialog dengan burung, ulat dan gunung; Nabi Yusuf berdialog dengan burung dan harimau; Nabi Yunus ditelan ikan Nun (Paus) dan dapat hidup dalam perut ikan, diantara aulia antara lain Syekh Muhammad bin Harun (Mesir) dikabarkan dapat berbcaiara dengan binatang. Secara umum, manusia tidak memiliki konsep dan perangkat komunikasi atau “animal commicator”, seperti umumnya binatang.  Binatang diciptakan Allah lebih dahulu dari manusia. Hanya dengan kekuasaan,  Rahmat, dan karuniaNya, maka manusia yang diberi “elmu”  dapat berdialog atau berbicara dengan binatang yang bagi kita orang awam, orang biasa suatu hal yang mustahil.

Salah satu mukjizat Al Qur’an, diceritakanya dialog antara para Nabi atau aulia dengan binatang  agar manusia dapat mengambil pelajaran (hikmah), sehingga memahami dan mengikuti  para Nabi dalam memperlakukan binatang . Firman Allah SWT: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung yang terbang dengan ke dua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu (QS. Al-An’am:38). Dan janganlah kamu membunuh binatang/ternak di tempat yang dilarang dan jangan (pula) menganiaya atau menyiksa mereka (QS. Al-Maidah:95).    

Sekelompok semut sedang berdialog, didengar oleh Nabi Sulaiman ketika pasukannya sampai di Lembah Semut. Hai kaumku (semut), masuklah ke sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedang mereka tidak menyadari. Lalu Sulaimanpun tersenyum karena perkataan semut tersebut dan berkata: Ya TuhanKu, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi dan masukalah aku ke dalama golongan hamba-hambaMu yang saleh (QS An-Naml: 18-19).   Dalam sebuah perjalanan Nabi Sulaiman, diantara pasukannya ada seekor burung yang disebut Hud-hud. Burung Hud-hud melaporkan kepada Sulaiman bahwa ada sebuah Kerajaan (Saba) yang bergelimpang dengan kekayaan dan kemewahan, tetapi ratu dan pengikutnya penyembah matahari. Lantas Sulaiman mengirimkan surat kepada Ratu Saba atau Ratu Bulqis agar beriman kepada Allah SWT (QS. An-Naml: 20- 28).

Raja Diqyanus terkenal sifatnya yang bengis dan zalim, memerintah untuk menangkap dan membunuh orang-orang yang tidak mengikuti perintahnya untuk menyembah berhala. Akhirnya tujuh pemuda yang beriman kepada Allah SWT dan seekor anjing yang bernama Qithmir melarikan diri hingga sampai disebuh gua yang jauh dari kota. Mereka disebut Ashabul Kahfi yang kemudian tertidur selama 309 tahun. Seekor anjing ikut menunggu pada pemuda tersebut di muka gua menunggu dengan setia. Sang anjing mengunjurkan kakinya di depan goa seolah-olah memberi tahu tidak ada orang di dalam goa tersebut (QS Al Kahfi: 18). Ibnu Katsir mengatakan bahwa: “Dia (anjing) menjaga pintu mereka”, sebagaimana sifat pada anjing setia dan melindungi tuannya. Firman Allah SWT: Adakah engkau menyangka (Wahai Muhammad) bahwa kisah Ashabul Kahfi dan Arraqim (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda kekuasaan. Kami yang Menakjudkan ? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini) (QS. Al-Kahfi:9).  

Seekor laba-laba dengan cepat membuat sarang di mulut gua Tsur, yang ditempati Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar AS untuk menghindari pengejaran kafir Qurais untuk membunuhnya.  Salah seorang kafir Qurais berkata: Kita perlu mencoba masuk bersama-sama coba marilah”. Ummayah bin Khalaf menimpali : Mengapa kamu hendak masuk kedalamnya? Kalau Muhammad telah masuk, tentu sarang laba-laba itu hancur bukan? Ya, kalau di dalam gua tersebut tidak ada Binatang liar dan buas atau ular berbisa. Kalau ada, tentu akan mencelakakn kamu, bukan? Laba-laba tersebut menunjukkan seolah-olah melindungi Nabi SAW dan Abu Bakar  AS, walaupun pada hakekatnya Allah SWT yang memerintahkan kepada laba-laba untuk bersarang di depan gua tersebut (QS At-Taubah:40).

Seekor gagak memperlihatkan dirinya seolah-olah memberi isyarat kepada Qabil. Qabil anak pertama Adam dengan Hawa, mempunyai saudara kembar prempuan yang cantik bernama Aqlima. Habil anak kedua Adam dan Hawa, mempunyai saudara kembar prempuan yang kurang cantik bernama Liyutsa. Qabil dijodohkan dengan Liyutsa dan Habil dengan Aqlima oleh Adam dan Hawa, Ringkas cerita terjadilah perseteruan antara Qabil dan Habil yang dipicu rasa cemburu dan ketidak-adilan. Dalam perkelahian Habil terbunuh oleh Qabil, petumpahan darah pertama di muka bumi. Dalam kondisi panik Qabil menerima isyarat gagak yang diutus Allah SWT untuk menguburkan jasad Habil dengan cara membuat lubang dan menimbunnya sebagai sang gagak memperlakukan musuhnya yang mati. Kemudian Allah memerintahkan burung gagak menggali-gali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan Habil   (QS. Al-Maidah:31). Ada seorang wanita yang masuk neraka karena seelor kucing yang ia kurung. Ia tidak memberinya makan dan minum dan tidak membiarkannya makan serangga di tanah (HR. Bukhari dan Muslim). Sebaliknya, ada seorang wanita Bani Israil yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan. Nabi SAW bercerita: Ketika seekor anjing berputar mengitasi sumur, yang hampir mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita (pelacur) Bani Israil melihatnya. Pelacur itu melepaskan sepatu kulitnya dan menjadikannya wadah untuk memberikan minum sang anjir. Maka Wanita itu diampuni sebab demikian  (HR. Bukhari).  Baraqallahu fii kum.

Banjarbaru, 18 Mei 2025

Muhammad Noor

No comments:

Post a Comment

JALAN KE SURGA

Catatan Ramadhan 1447#4 Lirik syair gubahan Rabiatul Adawiyah seorang sufi yang masyhur, sering dilantunkan para santri sangat menyentuh hat...